5 Situs Bersejarah Tunisia dengan Cita Rasa Seni yang Tinggi

Dalam beberapa tahun terakhir, pamor Tunisia meningkat seiring gairah pemburu seni bersejarah di dunia. Buat para turis Tanah Air, jangan lupa lengkapi perjalanan dengan travel insurance Indonesia sebelum ke Tunisia. Apa sih manfaat berkunjung ke situs sejarah? Pastinya, umur Anda akan lebih panjang karena diisi kenangan sejarah di masa lalu.

1. Kairouan

Situs bersejarah ini acapkali tidak dimasukkan dalam daftar wisata di travel agent. Kairouan sudah dianggap sebagai kota suci paling penting keempat untuk kaum Muslim. UNESCO telah memasukkan Kairouan ke dalam warisan situs sejarah yang wajib di kunjungi. Bukan hanya bangunannya, pembauran sejarah dan budaya di Kairouan amat terasa.

Situs sejarah ini menjadi rumah untuk salah satu masjid tertua di Masjid Agung Obka. Dulunya dibangun oleh orang Arab pada masa Dinasti Umayah masih berjaya sebelum akhirnya tumbang oleh dinasti pengganti. Oleh karena itu, Kairouan pun menawarkan beragam suvenir yang bercita-rasa Madinah secara lengkap.

2. Bulla Regia

Bulla Regia berada di sebelah barat laut Tunisia. Para turis sering menjadikan Bulla Regia sebagai rujukan untuk pengalaman budaya dan sejarah bagi dunia. Di sana kurang lebih ada 17 peninggalan yang sudah berusia ratusan tahun. Tersebar sepanjang 60 hektare. Jadi, Anda tetap bisa menjangkau lanskap yang luas untuk mengabadikan momen dalam kamera.

Di Bulla Regia, terdapat rumah-rumah patrician atau bangsawan dengan arsitektur mosaik yang menawan. Rumah-rumah tersebut telah diakui sebagai contoh dari tempat tinggal kuno yang terbaik di masanya. Saat Anda berada di Bulla Regia, kesan seperti tinggal di tengah-tengah keluarga begitu lekat. Sekalian bisa dipakai untuk momen nostalgia.

3. El Jem

Dengan memanfaatkan travel insurance Indonesia, walaupun jauh dari Tanah Air, keamanan Anda di perjalanan sudah dijamin. El Jem bagi warga Tunisia merupakan harta karun yang tak ternilai. Jarak tempuh antara Tunis ke El Jem memakan waktu 2 jam lamanya. Situs ini menawarkan pemandangan khas sejarah Romawi.

Semua yang khas Romawi terpapar di El Jem. Bangunan ini menawarkan pandangan imajinasi atas Colosseum Thysdrus pada abad ke-3 dengan pemandangan 35 ribu penonton. Mereka duduk secara bertingkat untuk menyaksikan pertarungan para gladiator. Itu hanya imajinasi, ya, sebab El Jem tidak pernah digunakan untuk ajang tarung gladiator.

4. Sbeitia

Dibandingkan El Jem, situs sejarah ini lebih menyerupai reruntuhan. Sbeitia merupakan peninggalan kuno dari peradaban Sufetula. Lokasinya berada di barat-tengah Tunisia. Luasnya sekitar 20 ekar. Sbeitia terkenal dengan nama “tiga kuil”. Tentu bukan sekadar nama, sebab memang ada 3 kuil yang dipersembahkan untuk Juno, Minerva, dan Jupiter.

Biarpun merupakan situs kuno, fasilitas untuk para turis tergolong masa kini. Usai jalan-jalan di kuil, Anda bisa relaksasi, menonton teater, berkunjung ke gereja, maupun melihat-lihat benteng di era Bizantium. Ada banyak hal yang bisa Anda temukan di Sbeitia. Termasuk keunikan dari para warga yang dengan hangat menyambut para turis dari mana pun.

5. Dougga

Situs purbakala ini berlokasi di delegasi Teboursouk. Persisnya di sebelah barat laut negara Tunisia. Dougga sering dianggap sebagai kota kecil Romawi yang terbaik di Afrika Utara. Luasnya sekitar 70 hektare. Biarpun kesannya sebagai reruntuhan biasa, tapi kalau dipotret dari mana saja akan tampak keindahannya.

Kelima situs bersejarah itu terbuka untuk siapa saja, termasuk Anda yang dari Tanah Air. Jangan lupa untuk membeli travel insurance Indonesia. Baik saat pergi ke sana sendirian, bareng keluarga, maupun pasangan. Bagaimanapun juga, Tunisia itu letaknya cukup jauh dari Indonesia. Jadi persiapannya mesti lengkap.